Jenis dan Definisi Opini Auditor

Jenis dan Definisi Opini Auditor - Seperti yang telah di bahas sebelumnya, tentang Jenis-jenis Audit, Auditor memberikan suatu opini terhadap laporan keuangan yang telah diauditnya, kalo lupa dan mau kenalan lagi ama auditor, silahkan lihat disini

Opini Auditor ketika mengaudit laporan keuangan ada 4 yaitu :
  • Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion),
  • Wajar dengan Pengecualian (Qualified Opinion),
  • Tidak Wajar (Adverse Opinion) dan
  • Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer Opinion).
Masing-masing opini diberikan sesuai dengan kriteria tertentu yang diketemukan selama proses audit.

Wah, apa tuh maksudnya???

Wajar tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion) 
Merupakan opini yang paling diharapkan dan didambakan. Auditor hanya bisa memberikan pendapat ini apabila laporan keuangan yang diauditnya sesuai dengan standar.


Opini Wajar tanpa pengecualian (atau yang biasa disingkat dengan WTP) merupakan opini audit yang akan diterbitkan oleh auditor jika laporan keuangannya dianggap memberikan informasi yang bebas dari salah saji material. Jika laporan keuangan diberikan opini jenis ini, maknanya auditor meyakini bahwaberdasarkan bukti-bukti audit yang dikumpulkan, perusahaan/pemerintah dianggap telah melakukan penyelenggarakan prinsip akuntansi yang berlaku umum dengan baik, serta kalaupun ada kesalahan, kesalahannya dianggap tidak material dan tidak berpengaruh yang signifikan terhadap pengambilan keputusan.


Wajar dengan pengecualian
Opini ini dapat diberikan apabila ada beberapa aspek yang bertentangan dengan standar yang ada. 
Beberapa ruang lingkup yang tidak terlalu material misalnya, ada deposito, tetapi tidak diizinkan diperlihatkan sertifikat depositonnya, nah apabila ini terjadi disinilah diperlukannya due professional adjustment seorang auditor. Tetapi dengan catatan apabila nilai nya tidak terlalu material.

Opini Wajar dengan pengecualian (atau yang biasa disingkat WDP) merupakan opini audit yang dikeluarka  jika sebagian besar informasi yang ada dalam laporan keuangan bebas dari salah saji material, kecuali untuk rekening atau item tertentu yang menjadi point pengecualian. Sebagian akuntan memberikan julukan opini ini dengan little adverse (ketidakwajaran yang kecil) terhadap opini jenis ini, untuk menunjukan adanya ketidakwajaran dalam item tertentu, namun demikian ketidakwajaran tersebut tidak mempengaruhi kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan.

Tidak Wajar (Adverse Opinion) 
opini ini diberikan ketika nilai nya material tetapi tidak dicatat sesuai dengan standar, contonya tidak adanya catatan piutang ragu-ragu.


Opini tidak wajar merupakan opini audit yang diterbitkan jika pada laporan keuangan mengandung salah saji material, atau dengan kata lain laporan keuangan tidak mencerminkan keadaan yang sesuai sebenarnya. Jika laporan keuangan mendapatkan opini jenis ini, berarti auditor meyakini pada laporan keuangan perusahaan/pemerintah diragukan kebenarannya, sehingga bisa menyesatkan pengguna laporan keuangan tersebuat dalam pengambilan keputusan maupun kebijakan.

Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer Opinion)
Opini tidak menyatakan pendapat (TMP) oleh sebagian akuntan dianggap merupakan bukanlah sebuah opini, dengan asumsi jika seorang atau tim auditor menolak memberikan pendapat artinya tidak ada opini yang diberikan. Opini jenis ini diberikan jika auditor tidak bisa meyakini, apakah laporan keuangan tersebut wajar atau tidak. Opini ini bisa diterbitkan jika seorang atau tim auditor menganggap ada ruang lingkup audit yang sengaja maupun tidak dibatasi oleh perusahaan/pemerintah yang diaudit, misalnya karena auditor tidak dapat memperoleh bukti-bukti yang dibutuhkan untuk bisa menyimpulkan serta menyatakan laporan sudah disajikan dengan wajar atau tidak.

0 Response to "Jenis dan Definisi Opini Auditor"

Post a Comment

Silahkan berikan komentar, kritik, saran serta tambahan untuk tulisan diatas....

Postingan Populer

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel