Uang dan Inflasi

Barter dan Evolusi Uang
• Kesulitan dalam Barter
– Kurang memiliki angka penyebut yang sama (lack of common denominator)
– Barang tidak dapat dibagi-bagi (indivisibility of goods)
– Keharusan adanya dua keinginan yang sama (double coincidence of wants)

• Fungsi asli uang:
– Alat pertukaran (Medium of Exchange)
– Satuan nilai (Unit of Account)

• Fungsi turunan uang:
– Alat penyimpan nilai (store of value)
– Ukuran pembayaran yang tertunda (standard for deffered payment)

Fungsi Uang Modern
(Glyn Davies, A History of Money from Ancient Times to the Present Day, 2002)

• Fungsi Khusus
– Alat pertukaran (Medium of Exchange)
– Satuan nilai (Unit of Account)
– Alat penyimpan nilai (store of value)
– Ukuran pembayaran yang tertunda (standard for deffered payment)
– Alat pembayaran (means of exchange)
– Alat ukuran umum dalam menilai sesuatu (common measure of value)
• Fungsi Umum
– Aset likuid (liquid asset)
– Faktor dalam rangka pembentukan harga pasar (framework of the market allocative system)
– Faktor penyebab dalam perekonomian (a causative factor in the economy)
– Faktor pengendali kegiatan ekonomi (controller of the economy)

Uang dalam Islam
• Islam mengakui dan mendorong tegak-nya fungsi asli uang.
– Larangan menimbun (kanz) emas dan perak
• “Dan orang-orang yang menimbun emas dan perak dan tidak menafkahkan-nya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih” (QS At-Taubah: 34)
– Penimbunan akan menghilangkan fungsi medium of exchange dan unit of account dari emas dan perak, sehingga transaksi ekonomi terhenti dan perkembangan ekonomi terhambat.
– Larangan menimbun harta (kanzul mal) hanya dikhususkan untuk emas dan perak.
– Di dalam Islam, uang adalah barang publik (public goods).
• Islam membolehkan menabung (saving)
– Menabung (idkhar) adalah menyimpan uang untuk tujuan dan keperluan tertentu sehingga tidak mempengaruhi transaksi ekonomi dan perekonomian.
– Misal: untuk investasi, membeli rumah, menikah, dsb.
• Islam melarang riba
– Riba adalah perolehan harta dengan harta lain yang sejenis dengan saling melebihkan.
– Sharf adalah perolehan harta dengan harta lain yang sejenis dengan saling menyamakan atau yang berbeda jenis-nya dengan menyamakan atau melebihkan.

Bunga dan Time-Value of Money
• Eksistensi bunga didasarkan pada konsep time-value of money yaitu bunga diambil dari uang karena:
– Adanya inflasi yang mengakibatkan turunnya purchasing power;
– Uang adalah produktif;
– Opportunity cost; uang yang dipinjam tidak bisa digunakan untuk keperluan investasi yang akan menghasilkan return.
– Konsumsi sekarang selalu lebih di inginkan dibandingkan konsumsi masa depan;
• Kritik terhadap time-value of money:
– Hanya satu kondisi yang diakomodasi yaitu inflasi, sedangkan deflasi diabaikan.
– Uang tidak akan berkembang dengan sendirinya.
– Investasi selalu dihadapkan pada resiko, bisa positive, zero, bahkan negative return.
– Konsumsi sekarang dan konsumsi masa depan sama penting-nya bagi orang-orang.

Economic-Value of Time
• Islam tidak mengenal konsep time-value of money.
– Uang tidak dapat berkembang dengan sendirinya.
– Konsep bunga terlarang dalam Islam karena:
• Al ghunmu bi la ghurmi (memperoleh return tanpa menanggung resiko sama sekali)
• Al kharaj bi la dhaman (memperoleh income tanpa bertanggung jawab terhadap biaya sama sekali)
• Islam hanya mengakui konsep economic-value of time.
– Waktu hanya memiliki nilai ekonomi jika dan hanya jika dimanfaatkan untuk menambah faktor produksi yang lain sehingga menjadi capital dan dapat memperoleh return.

Perkembangan Sistem Uang
• Uang barang (commodity-backed money)
– Uang yang memiliki nilai komoditi apabila komoditi tersebut digunakan bukan sebagai uang. Contoh: emas dan perak.
– Uang barang harus memiliki sifat:
(i) Persediaannya langka;
(ii) Daya tahan tinggi;
(iii) Bernilai tinggi.

• Uang tanda (token money)
– Uang barang sulit dipakai untuk transaksi besar.
– Dipergunakan sertifikat berharga sebagai pengganti uang barang.
• Uang kepercayaan (fiat money)
– Nilai nominal uang lebih besar dari nilai intrinsik-nya.
– Uang beredar tidak dijamin oleh simpanan emas, dengan dibatalkannya perjanjian Bretton Woods pada 1971.

Sistem Moneter Konvensional
• Fitur utama dari sistem moneter konvensional adalah:
– Fiat Money
– Fractional reserve requirement
– Interest
• Fiat money dan reserve requirement mengizinkan otoritas moneter dan sektor perbankan untuk menciptakan uang (money creation).
– D = 1/r . R dimana 1/r = money multiplier
• Interest rate akan menaikkan uang beredar dalam jangka panjang.
– Bank sentral secara kontinu menambah uang fiat untuk mempertahankan sistem.
– Perbankan secara kontinu memperluas kredit untuk mempertahankan sistem.

Uang Beredar dan Inflasi
• Di banyak perekonomian, uang beredar tumbuh jauh lebih cepat dari sektor riil.
– M.V = P.Y
• Dalam jangka pendek, dengan kecepatan peredaran uang (V) yang stabil, maka ketidakseimbangan pertumbuhan antara uang beredar (M) dan sektor riil (Y) akan direfleksikan pada perubahan tingkat harga agregat (P).
• Tekanan kenaikan harga ini akan lebih terasa ketika PDB potensial telah tercapai.
• Sistem berbasis uang fiat dan bunga akan menyebabkan penggelembungan harga aset.

Penciptaan Uang dan Siklus Bisnis
• Mekanisme penciptaan uang dalam sistem berbasis bunga dan uang fiat ini adalah akar dari fluktuasi dan ketidakstabilan struktural perekonomian.
• Fenomena ketidakstabilan struktural:
– Income velocity, demand for money, dan money multiplier cenderung semakin “kurang” stabil.
– Agregat moneter M1 relatif lebih stabil dibandingkan dengan M2
• Penyebab ketidakstabilan struktural:
– Pesatnya perkembangan sektor keuangan dan majunya inovasi produk keuangan yang menyebabkan kegiatan penciptaan uang (money creation) oleh sistem keuangan menjadi berlipat ganda.
– Terjadinya proses decoupling antara sektor moneter dan sektor riil.
• Siklus perekonomian dengan karakteristik seperti ini adalah:
– Periode penciptaan uang tanpa inflasi tinggi.
– Periode kelebihan uang beredar dengan tekanan inflasioner
– Periode merusak dari uang beredar – kemunduran ekonomi dengan krisis finansial dan perbankan;
– Periode pemindahan krisis dari sektor finansial ke sektor riil.
– Periode pemulihan kembali ke periode 1.

Dampak Penciptaan Uang Beredar
• Disparitas dalam distribusi pendapatan;
– hanya sebagian kecil penduduk yang bisa menaikkan pendapatan di atas tingkat inflasi.
• Penciptaan kemiskinan;
– dengan inflasi yang persisten, daya beli masyarakat terus menurun sehingga kemiskinan tercipta.
• Sektor pertanian, yang umumnya di sektor ini diterapkan kontrol harga, akan menjadi tidak menarik dibandingkan sektor-sektor lain.
• Kedaulatan ekonomi berpindah ke mereka yang menguasai sistem finansial.
Inflasi dalam Perspektif Islam
• Islam menekankan pentingnya stabilitas nilai uang, bukan bentuk uang itu sendiri.
– Dinar dan Dirham memenuhi kriteria uang yang stabil sehingga di akomodasi walau bukan berasal dari Islam.
– Dinar diterbitkan oleh Raja Dinarius dari Romawi dan dirham diterbitkan oleh Ratu Sasanid Persia.
• Kestabilan nilai uang adalah salah satu sasaran terpenting dari kebijakan moneter Islam.
– Imam Syafi’i (767-820 M) adalah orang pertama yang menganalisis dampak negatif dari inflasi.
– Imam Syafi’i melarang penguasa mencetak dirham tidak murni karena akan merusak nilai mata uang, merugikan terhadap hak orang lain, menyebabkan naiknya harga, sulitnya mendapat pemasukan, dan kerusakan-kerusakan lainnya. (Al-Nawawi, Al-Majmu, juz 6).

Inflasi Menurut Al-Maqrizi (1364-1441 M)
Ighatsat al-Ummah bi Kasyf al-Ghummah
Syudzur al-Uqud fii Dzikr al-Nuqud

• Inflasi merajalela karena beredarnya dinar-dirham yang tidak murni dan dijadikan-nya fulus sebagai mata uang pokok.
• Al Maqrizi membagi inflasi menjadi dua jenis berdasarkan penyebab-nya yaitu
– Inflasi Alamiah (Natural Inflation)
• Turunnya penawaran agregat
• Naiknya permintaan agregat
– Inflasi karena Kesalahan Manusia (Human-Error Inflation)
• Korupsi dan administrasi pemerintahan yang buruk (corruption and red tape)
• Pajak yang berlebihan (excessive tax)
• Mencari keuntungan dengan pencetakan uang secara berlebihan (excessive seigniorage)

Sistem Dinar Islam
• Stable money; dalam sistem yang sepenuhnya didukung emas (fully gold backed system), penciptaan uang beredar dan dampak buruknya dapat dieliminasi.
• Excellent medium of exchange; emas diterima di seluruh dunia, setiap tempat, setiap masa.
• Minimizes speculation, manipulation, and arbitrage; dengan dinar sebagai mata uang tunggal dunia, maka aktivitas transaksi mata uang akan terhapus.
• Business cycle effects minimizes; dengan pertumbuhan uang beredar yang terkendali, maka fluktuasi perekonomian dapat diminimalisir.
• Dinar diversified risk and promotes trade; ketika negara-negara menyatukan mata uang ke dalam dinar, maka resiko yang inheren dalam sistem mata uang sekarang akan tereliminasi.
• Dinar promote a Just Monetary System; penggunaan dinar akan membuat keseimbangan antara sektor moneter dan sektor riil terjaga dengan baik.
• Promoting economic stability and efficiency; penggunaan dinar di seluruh dunia akan meniadakan kebutuhan terhadap pasar derivatif di pasar keuangan sehingga akan mendorong stabilitas dan efisiensi perekonomian.

0 Response to "Uang dan Inflasi"

Post a Comment

Silahkan berikan komentar, kritik, saran serta tambahan untuk tulisan diatas....

Postingan Populer

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel